Selain si pedas ini, bawang juga ikut-ikutan naik. Biasanya dijual sekitar Rp38.000 per kilogram, sekarang menyentuh angka Rp40.000. Memang tidak seekstrem cabai, tapi tetap memberatkan.
Lalu, apa penyebabnya? Menurut Roro, ada dua faktor utama yang berperan. Pertama, tentu saja lonjakan permintaan masyarakat menyambut hari besar keagamaan, dalam hal ini Idulfitri. Ini seperti pola tahunan yang selalu terulang.
“Jadi itu memang tren yang setiap tahun kalau saya pantau sejak tahun lalu itu selalu terjadi gitu,” tuturnya.
Di sisi lain, cuaca tak menentu belakangan ini juga memberi andil. Terutama untuk komoditas seperti cabai yang sangat rentan dengan perubahan iklim.
“Ini kan setiap hari juga hujan ya, sangat rentan terhadap cuaca gitu,” kata Roro menjelaskan. Hujan yang terus mengguyur disebutnya menjadi salah satu kendala produksi dan distribusi, yang akhirnya berdampak pada harga di tingkat pengecer.
Jadi, sementara minyak goreng terjaga, ibu-ibu mungkin harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli cabai dan bawang menjelang Lebaran tahun ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp191 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi Jelang Lebaran 2026
Selebgram Nabilah OBrien Ajukan Praperadilan Usai Ditahan Polisi Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Terus Melambung
Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan Harga BBM Subsidi Jika Tekanan Defisit Memburuk