Deretan tiang monorel di Rasuna Said akhirnya mulai dibongkar. Setelah hampir 22 tahun mangkrak, pemerintah DKI Jakarta kini serius menata kawasan itu. Totalnya ada 109 tiang yang akan dipotong dan ditata ulang.
Gubernur Pramono Anung menyebut langkah ini sebagai penanda. "Ini bukti keseriusan kami menangani fasilitas publik yang terbengkalai," katanya.
Saat meninjau langsung Rabu lalu, Pramono menjelaskan target waktu pengerjaan.
"Jumlah tiangnya ada 109 sampai ujung Rasuna Said. Ini akan ditata rapi dan mudah-mudahan kemacetan juga berkurang. Target kami selesai September," ujarnya.
Soal anggaran, dia meluruskan. Banyak yang mengira biaya pemotongan tiangnya mencapai Rp 100 miliar. Padahal, angka segitu untuk penataan kawasan secara keseluruhan.
"Motongnya cuma Rp 254 juta. Itu tidak besar," tegas Pramono. "Yang Rp 100 miliar lebih itu untuk penataannya."
Anggaran besar itu, sekitar Rp 102 miliar, akan dipakai untuk banyak hal. Mulai dari perbaikan jalan dan drainase, hingga penataan trotoar, lampu jalan, dan taman. Intinya, merombak total estetika kawasan.
Pekerjaan pembongkaran sendiri dilakukan bertahap. Mereka memilih bekerja malam hari supaya arus lalu lintas tidak terganggu. Pemprov DKI menjamin tidak akan ada penutupan jalan selama proses ini.
Namun begitu, proyek mangkrak selama dua dekade ini bukan perkara sederhana. Ada aspek hukum yang harus diurus. Pramono mengaku telah berkoordinasi dengan KPK dan Kejati DKI Jakarta.
"Saya laporkan khusus ke KPK agar tidak ada masalah nantinya. Saya juga berterima kasih pada Kejati DKI yang memberi dukungan penuh," ungkapnya.
Dengan status "idle" dan umurnya yang sudah puluhan tahun, kehati-hatian mutlak diperlukan. Pramono menegaskan keputusan ini bukanlah tindakan gegabah. Kajian mendalam dan koordinasi dengan penegak hukum telah dilakukan jauh sebelum alat berat mulai bekerja.
Kini, prosesnya sudah berjalan. Warga ibukota tinggal menunggu, apakah kawasan Rasuna Said nantinya akan benar-benar berubah lebih rapi dan tertata.
Artikel Terkait
Pertamina Tangani Kebocoran Pipa Gas di Bekasi Kurang dari 90 Menit
Warga Sumenep Ditangkap Polisi Usai Tipu Korban Rp600 Juta dengan Modus Kelulusan Polri dan PNS
Menteri Lingkungan Hidup Dorong Tobat Ekologis sebagai Gerakan Nasional Atasi Krisis Alam
BWF Jadikan Indonesia Open 2026 Tolok Ukur Standar Turnamen Global