Memang, siklus campak tahun lalu cenderung tinggi. Andi tak menampik hal itu. Namun begitu, penanganan di tahun ini dinilai lebih efektif, terbukti dari angka di bulan Februari yang bisa ditekan.
“Kasus di bulan Februari tahun ini relatif lebih rendah, terutama jika dibandingkan dengan 2025, 2024, kemudian juga 2023,” jelasnya.
Menurutnya, penurunan ini cukup konsisten dan terjadi hampir di semua wilayah yang sebelumnya melaporkan lonjakan. Beberapa provinsi besar bahkan kondisinya sudah mulai stabil.
Di sisi lain, kewaspadaan tetap harus dijaga. Kemenkes mengingatkan bahwa siklus tahunan penyakit ini berpotensi naik lagi di penghujung tahun, apalagi jika imunisasi rutin tidak diperkuat. Jadi, lengah bukanlah pilihan.
“Sumatera Barat minggu-minggu terakhir pada 2025 kasusnya meningkat, tetapi serupa dengan Sumatera Utara, pada tahun 2026 kasusnya mulai menurun sampai dengan minggu ke-8,” tutup Andi.
Nadya Kurnia
Artikel Terkait
Dokter Kecantikan Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp191 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi Jelang Lebaran 2026
Selebgram Nabilah OBrien Ajukan Praperadilan Usai Ditahan Polisi Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Terus Melambung