“Karena itu akan berat sekali dari sisi keuangan,” lanjut Marwan.
Ia mengakui, ada kekhawatiran jemaah yang sudah membayar akan terkena dampaknya jika layanan yang sudah dipesan berubah atau bahkan hilang. Pemerintah, dalam hal ini, dituntut untuk bisa meyakinkan berbagai pihak terkait.
Namun begitu, skenario alternatif ini jelas punya konsekuensi lain. Marwan menyadari betul bahwa memutar rute lewat Afrika berpotensi menaikkan biaya operasional. Penyebabnya sederhana: durasi penerbangan pasti jadi lebih panjang.
“Saya kira ada ya (biaya meningkat), karena durasi terbangnya semakin lama. Kalau selama ini 10 sampai 8 jam, atau Aceh 6 jam, itu pasti akan semakin panjang karena rute itu memang memutar,” pungkasnya.
Jadi, selain soal keamanan, isu pembiayaan juga menjadi tantangan yang perlu dijawab jika usulan ini benar-benar dijalankan.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp191 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi Jelang Lebaran 2026
Selebgram Nabilah OBrien Ajukan Praperadilan Usai Ditahan Polisi Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Terus Melambung
Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan Harga BBM Subsidi Jika Tekanan Defisit Memburuk