Dari Hotel Fairmont di Jakarta, Menteri Luar Negeri Sugiono menyuarakan keprihatinan Indonesia. Ini menyusul memanasnya lagi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Intinya, pemerintah mendorong semua pihak untuk meredakan situasi. Segera.
"Kita menginginkan ada deeskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan," ucap Sugiono, Rabu lalu.
Menurutnya, Indonesia cukup kecewa. Perundingan panjang soal isu nuklir dan keamanan, yang sempat memberi harapan, akhirnya mentok. Gagal total. Tapi, di tengah kekecewaan itu, ada prinsip yang harus tetap dijunjung tinggi. Sugiono menekankan, penghormatan terhadap kedaulatan dan batas wilayah negara lain itu hukumnya wajib. Tidak bisa ditawar.
"Kita sudah sampaikan bahwa kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi. Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain," imbuhnya.
Lalu, apa langkah konkretnya? Di sini, Sugiono menyebut peran yang bisa diambil Indonesia. Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah menyatakan kesediaannya. Indonesia siap jadi penengah, asalkan kedua belah pihak yang bertikai sepakat. Tawaran itu mengambang, menunggu respons.
Artikel Terkait
ASDP Proyeksikan Lonjakan 9,4% Penumpang Mudik Lebaran 2026, Siapkan Strategi Distribusi
AS Tembak Torpedo ke Kapal Iran, Pertama Sejak Perang Dunia II
Menlu Sugiono Serahkan Surat Belasungkawa Prabowo untuk Iran, Bahas Eskalasi Timur Tengah
Pelni Proyeksikan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Turun Tipis Jadi 641.025 Orang