PT Pelayaran Nasional Indonesia, atau yang lebih dikenal sebagai Pelni, memproyeksikan jumlah penumpang mudik Lebaran 2026 akan mencapai angka 641.025 orang. Angka ini, kalau dibandingin dengan realisasi tahun sebelumnya, ternyata turun tipis sekitar 1,43 persen.
Menurut Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, puncak arus mudik diperkirakan bakal terjadi pada 18 Maret 2026, atau tiga hari sebelum Lebaran. Nah, untuk arus baliknya, diprediksi memuncak sekitar tanggal 2 April nanti. Proyeksi ini tentu mempertimbangkan karakteristik perjalanan laut yang memang lebih lama ketimbang naik pesawat atau bus.
Lalu, apa penyebab penurunan ini? Tri Andayani menjelaskan, salah satu faktornya adalah berkurangnya izin dispensasi kapal dari Kementerian Perhubungan. Untuk tahun ini, dispensasi yang diberikan sebesar 145 persen. Padahal tahun lalu angkanya lebih tinggi, yaitu 152 persen.
"Jadi ini menurunkan proyeksi jumlah penumpang kami. Tapi seandainya dispensasi tahun ini 152 persen, pasti ada peningkatan sekitar 4 sampai 5 persen,"
ungkapnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Artikel Terkait
AS Tembak Torpedo ke Kapal Iran, Pertama Sejak Perang Dunia II
Menlu Sugiono Serukan Deeskalasi dan Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Konflik AS-Israel-Iran
Menlu Sugiono Serahkan Surat Belasungkawa Prabowo untuk Iran, Bahas Eskalasi Timur Tengah
Pemerintah Tanggapi Penurunan Outlook Fitch dengan Sorot Fundamental Ekonomi yang Kuat