Kolumnis The New York Times yang dia sebut itu, Thomas Friedman, dikenal awalnya pro-Israel namun belakangan berubah menjadi pengkritik vokal.
Lantas, bagaimana dengan bantuan militer AS? Ditanya apakah Washington perlu mempertimbangkannya kembali, Newsom terlihat berat.
"Ini membuat hati saya hancur," katanya, sambil menghela napas. "Karena kepemimpinan saat ini di Israel membawa kita ke jalan di mana saya rasa Anda tidak punya pilihan selain mempertimbangkan hal tersebut."
Faktanya, dengan dukungan dari kedua partai, Israel memang menjadi penerima bantuan luar negeri terbesar AS sejak 1946. Tapi angin mungkin mulai berubah. Sebuah jajak pendapat terbaru, untuk pertama kalinya, menunjukkan warga AS khususnya generasi muda lebih bersimpati kepada Palestina daripada Israel.
Di panggung politik, Newsom sendiri bukan nama baru. Dia dikenal sebagai pengkritik tajam Presiden Donald Trump, sekaligus sering jadi sasaran empuk balasan Trump. Banyak yang memperkirakan, Gubernur California ini akan maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat pada pilpres 2028 mendatang.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Serukan Deeskalasi dan Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Konflik AS-Israel-Iran
Menlu Sugiono Serahkan Surat Belasungkawa Prabowo untuk Iran, Bahas Eskalasi Timur Tengah
Pelni Proyeksikan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Turun Tipis Jadi 641.025 Orang
Pemerintah Tanggapi Penurunan Outlook Fitch dengan Sorot Fundamental Ekonomi yang Kuat