Selat Hormuz bukan jalur sembarangan. Titik sempit di Teluk Persia ini adalah urat nadi energi global. Sekitar seperlima ekspor minyak dan gas dunia harus melewati perairan yang kini diblokade Iran ini. Jadi, wajar kalau gangguan di sana langsung menggoyang pasar. Selain janji pengawalan militer, Washington juga akan memberikan jaminan asuransi untuk kapal-kapal yang berani melintas. Upaya untuk memberi rasa aman, setidaknya di atas kertas.
Namun begitu, para pengamat seperti Bob McNally dari Rapidan Energy Group melihat ada jarak antara pernyataan dan eksekusi. “Pengumuman ini mungkin membantu menenangkan para pedagang,” katanya.
Tapi dia mengingatkan, “pengawalan dan penjaminan asuransi akan membutuhkan waktu untuk diimplementasikan.”
Artinya, ketidakpastian belum benar-benar berakhir. Pasar masih menunggu bukti nyata di lapangan, sambil memantau setiap perkembangan yang bisa datang tiba-tiba dari kawasan yang terus bergejolak ini.
Artikel Terkait
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertalite dan Solar Tetap Stabil
Serangan AS ke Iran Habiskan Rp13 Triliun dalam 24 Jam
IMF Peringatkan Konflik Iran-AS dan Israel Ancam Stabilitas Ekonomi Global
Prabowo Segera Hubungi Pemimpin Teluk Usai Serangan AS-Israel ke Iran