“Kilang kita ini sanggup mengolah sekitar 360.000 barel minyak per hari,” jelas Bambang.
Yang menarik, dia menyebut kilang Balikpapan relatif kebal dari gejolak pasokan Timur Tengah. Pasalnya, sumber minyak mentahnya berasal dari dalam negeri dan kawasan Asia Tenggara. Jadi, gangguan dari sana dampaknya tidak langsung.
Namun begitu, kekhawatiran tetap ada. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang turut hadir, mengapresiasi kunjungan Menko Polkam ini. Dia berharap koordinasi keamanan bisa lebih ditingkatkan, karena itu syarat mutlak kelancaran operasi kilang.
Rudy juga menyentuh soal cadangan energi. Fakta yang ada saat ini, ketahanan BBM nasional hanya sekitar 20 hari. Itu pun bukan cadangan strategis, melainkan cadangan operasional.
“Kita belum punya cadangan energi nasional yang memadai. Karena itu, perlu upaya serius untuk mewujudkannya. Saya mohon kepada Pak Menko untuk memimpin peningkatan koordinasi dan sinergi antarlembaga demi ketahanan energi kita,” kata Rudy.
Usai dari kilang, rombongan Menko Polkam tak langsung pulang. Mereka melanjutkan kunjungan ke Markas Kodam VI/Mulawarman. Agenda selanjutnya adalah silaturahmi dan penguatan peran bersama Forkopimda, serta berbagai tokoh masyarakat, agama, dan adat. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas di Kalimantan Timur agar iklim investasi dan ketahanan energi benar-benar terpelihara.
Artikel Terkait
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Imbas Konflik
Gubernur DKI Siap Tertibkan Terminal Bayangan Jelang Mudik
Pengadilan Bebaskan Pengacara Junaedi Saibih dari Dakwaan Suap Hakim
Iran Klaim Serang Kantor Netanyahu dan Markas AU Israel dengan Rudal Kheibar