"Materinya sangat aplikatif. Kita nggak cuma dikasih teori, tapi benar-benar diajak diskusi sesuai masalah usaha yang lagi kita hadapi. Jadi apa yang dipelajari itu langsung kepakai di usaha aku sehari-hari," kata Mita.
Dari proses evaluasi itu, muncul sebuah insight penting. Mita menyadari bahwa fokus itu kunci. Ia perlu lebih jeli dalam mengembangkan produk dan menentukan target pasar. Akhirnya, diambil keputusan strategis: memaksimalkan produk outer. Ternyata, pasar untuk outer lebih luas dibanding hijab, dan ini tidak menghilangkan identitas budaya yang sudah menjadi nyawa brand-nya.
Manfaat lain yang dirasakan adalah jejaring. Kesempatan ikut pameran yang difasilitasi BRI membuka akses pasar yang lebih lebar. Tidak hanya itu, kepercayaan diri Mita dalam menjalankan usaha pun ikut terdongkrak.
Ke depannya, harapan Mita sederhana tapi pasti: ingin Hijasmita berkembang konsisten dan bisa melangkah lebih jauh, termasuk mengukuhkan diri di pasar internasional. Menurutnya, pendampingan selama ini tidak cuma memberi ilmu, tapi juga dukungan moral dari para coach dan sesama pelaku usaha. Rasanya jadi lebih kuat, tidak sendirian lagi menghadapi lika-liku bisnis.
Di sisi lain, program seperti BRIncubator ini memang punya tujuan yang lebih besar. Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI, menjelaskan bahwa kehadiran Rumah BUMN BRI dirancang sebagai wadah kolaborasi. Tempat bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis mereka.
Inisiatif ini, lanjutnya, disusun khusus untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan dan menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ia menekankan bahwa pembinaan UMKM adalah bagian dari komitmen berkelanjutan BRI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, catatannya cukup panjang: BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menggelar lebih dari 18.218 pelatihan untuk pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
"Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Hijasmita jadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah," pungkasnya.
Artikel Terkait
Ekonom UOB: Daya Beli Menurun, Manufaktur Jadi Kunci Dongkrak Kelas Menengah
Menteri Pertanian Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Konflik Global
Prabowo Undang Jokowi dan Maruf Amin untuk Silaturahmi di Istana
AS Siap Perang Jangka Panjang dengan Iran, Operasi Gabungan Hadapi Perlawanan Sengit