OpenAI sendiri sempat menjajaki kerja sama dengan beberapa startup, termasuk Cerebras dan Groq, untuk mendapatkan chip inferensi yang lebih cepat. Tapi rupanya, jalan itu terhambat.
Nvidia dikabarkan telah menutup kesepakatan lisensi senilai fantastis, 20 miliar dolar AS, dengan Groq. Kesepakatan itu secara efektif menghentikan pembicaraan antara OpenAI dan startup tersebut.
Hubungan kedua raksasa teknologi ini memang kompleks. Ingat saja, pada September lalu, Nvidia menyatakan niatnya untuk mengucurkan investasi hingga 100 miliar dolar ke OpenAI. Sebuah deal yang akan memberi Nvidia kepemilikan saham sekaligus menjamin pasokan chip canggih untuk OpenAI.
Jadi, dinamika antara mereka bukan sekadar hubungan pembeli dan penjual. Ini lebih seperti tarian strategis antara dua kekuatan yang saling membutuhkan, namun juga punya ambisi masing-masing. Menunggu pengumuman resmi bulan depan tentu akan menarik.
Artikel Terkait
Kemlu Siagakan Perlindungan WNI di Timur Tengah Pascaserangan ke Iran
Bareskrim Kejar Dua Buronan Jaringan Narkoba yang Libatkan Oknum Polisi
Imsak Jakarta 2 Maret 2026 Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Gubernur DKI Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Beroperasi Normal 2024-2025