Gelombang pembatalan penerbangan ke dan dari Dubai, yang dipicu oleh ketegangan militer AS-Israel dengan Iran, diperkirakan bakal mengacaukan arus pengiriman emas fisik. Padahal, kota itu adalah salah satu hub utama perdagangan bullion dunia. Akibatnya, pasokan logam mulia ke sejumlah negara konsumen besar bisa tersendat dalam beberapa hari ke depan.
Nah, emas dari Dubai ini biasanya dikirim via udara. Alasannya sederhana: lebih aman dan asuransinya lebih masuk akal untuk barang bernilai fantastis seperti itu. Tapi sekarang, rute udara itu macet.
“Sepertinya hampir semua, jika tidak seluruhnya, maskapai telah membatalkan penerbangan. Jadi kemungkinan tidak akan ada pergerakan emas selama beberapa hari,”
kata seorang sumber yang dilansir Reuters, Minggu lalu. Gangguan ini tentu saja langsung berimbas pada pasar.
Harga emas spot langsung meroket, mencatat kenaikan 1,7 persen pada penutupan Jumat pekan lalu. Angkanya mencapai USD 5.277 per troy ons level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Banyak yang berspekulasi, ketika pasar dibuka Senin, arus dana akan membanjiri aset-aset safe haven seperti emas. Rekor tertingginya sendiri masih di angka USD 5.594,82, yang tercapai akhir Januari silam.
Artikel Terkait
Imsak Jakarta 2 Maret 2026 Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Gubernur DKI Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Beroperasi Normal 2024-2025
Kevin Diks Cetak Gol Penalti Akhir, Bawa Gladbach Hentikan Tren Buruk
Iran Klaim Tewaskan Enam Agen CIA dan Ratusan Personel AS dalam Serangan Balasan