Pernyataan itu seolah memberi sinyal. Militer Israel tampaknya sedang mengubah strategi, dengan ancaman akan meningkatkan intensitas serangan, khususnya terhadap fasilitas nuklir Iran. Situasinya makin panas, dan langkah ini jelas bakal memicu ketegangan yang lebih dalam.
Namun begitu, kabar duka ini sebenarnya datang beruntun. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Sabtu (28/2/2026), saluran televisi pemerintah Iran sudah lebih dulu mengonfirmasi meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ia wafat setelah serangan udara AS dan Israel menghantam Teheran dan sejumlah kota lain. Jadi, dalam hitungan hari, Iran kehilangan dua figur sentralnya: pemimpin tertinggi dan mantan presiden yang pernah jadi wajah kontroversial negeri itu di panggung dunia.
Atmosfer di Iran kini pasti berat. Duka dan kemarahan bercampur, sementara ancaman serangan lanjutan masih menggantung. Apa yang terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju pada langkah berikutnya dari kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Ganggu Pengiriman Emas Dubai, Harga Meroket
Imsak Bogor Hari Ini Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Pemerintah Jamin Akomodasi dan Perpanjangan Visa Jamaah Umroh Terdampak Konflik
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei