Isu mobil dinas Gubernur Kaltim yang harganya disebut-sebut tembus Rp8,5 miliar memang sedang ramai diperbincangkan. Tak cuma di kalangan netizen, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mengaku turut memantau perkembangan pemberitaan yang viral ini.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi hal itu pada Sabtu lalu. "Itu memang cukup ramai di media sosial dan kami juga mengikuti serta pantau isu pemberitaannya," ujarnya.
Budi lantas mengingatkan satu hal yang sering jadi masalah. Sektor pengadaan barang dan jasa, menurutnya, tetap menjadi area yang rawan korupsi. Praktiknya bisa bermacam-macam, lho.
"Pengondisian, penyimpangan, mark-up harga, hingga downgrade spesifikasi. Itu semua harus benar-benar kita lihat, apakah seluruh mekanisme sudah dijalankan sebagaimana mestinya," jelas Budi.
Artikel Terkait
Indonesia Prioritaskan Keselamatan WNI di Iran Usai Serangan AS-Israel
Iran Balas Serangan, Rudal dan Drone Hantam Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah
Indonesia Siap Kawal Industri Panel Surya Hadapi Penyelidikan Antisubsidi AS
AS Bergabung dengan Israel Serang Iran, Kekuatan Militer Kedua Negara Jomplang