Gempar! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Premier League 2 pekan lalu. Di tengah laga Arsenal U-21 kontra Leeds United, seorang pemuda berusia 18 tahun bernama Demiane Agustien tiba-tiba menjadi bintang. Minggu, 1 Februari 2026, ia mencetak tiga gol sekaligus atau hattrick, yang mengantarkan The Gunners menang telak 4-0.
Namun begitu, yang bikin heboh bukan cuma performanya di lapangan. Nama itu langsung memantik rasa penasaran di Indonesia. Ternyata, talenta muda Arsenal ini punya ikatan darah yang kuat dengan Tanah Air.
Bakat sepak bolanya jelas bukan datang tiba-tiba. Darah itu mengalir dari sang ayah, Kemy Agustien. Sosok yang sudah tak asing bagi penggemar sepak bola Inggris, karena pernah membela Swansea City, Crystal Palace, dan Brighton & Hove Albion. Kemy juga pernah memperkuat Timnas Curacao di era pelatih legendaris, Patrick Kluivert.
Di sisi lain, garis keturunan dari ibunyalah yang menarik perhatian PSSI. Nenek Demiane berasal dari Indonesia, sementara ibunya sendiri berdarah campuran Indonesia-Belanda. Ayahnya? Kombinasi Curacao-Belanda. Jadi, dalam diri pemain tengah Arsenal U-21 ini, bertemu tiga budaya sekaligus.
Perjalanan kariernya di Inggris dimulai dari akademi West Brom, lalu pindah ke Derby County, sebelum akhirnya direkrut Arsenal di musim panas 2025. Saat ini, dari 15 penampilan, ia sudah mengoleksi 4 gol. Cukup solid untuk pemain seusianya.
Lantas, bagaimana dengan peluangnya membela Garuda? Meski saat ini ia membela Timnas Belanda U-18 dan U-19, dan pernah pakai jersey Curacao U-17 pada 2023, pintu itu masih terbuka. Aturan FIFA masih memungkinkan pemain di bawah 21 tahun yang belum debut kompetitif di timnas senior, untuk pindah federasi.
Artikel Terkait
BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Jabodetabek Sabtu Ini
Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan Lebih dari 1 Juta Lapangan Kerja
Menteri UMKM Soroti Banjir Impor Ilegal Sebagai Ancaman Utama Bagi Pelaku Usaha
Kadin Rancang Kajian MBGnomics dan Siap Manfaatkan Peluang Tarif AS