Nah, puasa melatih kita untuk bilang, "Saya bisa menahan diri." Saat emosi mau meledak, ingatlah kita sedang berpuasa. Saat ingin membalas ucapan kasar, coba ditahan dulu.
Intinya, Ramadhan adalah bulan latihan pengendalian diri. Kalau kita sanggup menahan yang halal (seperti makan dan minum), seharusnya kita lebih kuat lagi untuk menjauhi yang haram.
Orang yang kuat bukan yang menang berdebat, tapi yang bisa menguasai emosinya saat situasi memanas.
Semoga kita jadi lebih sabar dan dewasa setelah melewati Ramadhan ini.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Ramadan dan Waktu yang Berlalu
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Setiap datang Ramadhan, ada satu hal yang pasti berkurang: usia kita. Ramadhan tahun lalu, mungkin kita masih bersama orang yang kini telah tiada. Ramadhan tahun depan? Belum tentu kita masih diberi kesempatan.
Makanya, jangan sia-siakan hari-hari di bulan ini. Satu ayat yang kita baca, sedikit sedekah yang kita berikan, doa yang kita panjatkan dari hati semuanya punya nilai yang luar biasa di sisi Allah.
Ramadan bukan soal buka bersama yang meriah. Tapi soal seberapa dekat kita dengan Al-Qur’an dan seberapa khusyuk kita bermunajat.
Gunakan momen ini untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan juga dengan sesama. Ingat, waktu tidak pernah berjalan mundur.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Ramadan dan Perubahan Nyata
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Fenomena umum: semangat di awal Ramadhan menggebu-gebu, tapi perlahan memudar dan kembali ke kebiasaan lama. Padahal, Ramadhan itu proses perubahan, bukan acara seremonial belaka.
Contoh simpel: kalau sebelum Ramadhan salatnya suka molor, coba di bulan ini dirutinkan tepat waktu. Kalau dulu sulit memaafkan, jadikan Ramadhan awal untuk membuka hati.
Perubahannya nggak harus drastis. Mulai dari hal kecil saja, asalkan konsisten dilanjutkan.
Semoga Ramadhan kali ini tidak hanya berlalu begitu saja, tapi meninggalkan bekas kebaikan yang nyata dalam hidup kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itulah tadi beberapa contoh ceramah singkat untuk bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan bisa menyalakan kembali semangat kita menyambut bulan yang penuh berkah ini.
Artikel Terkait
Kadin Rancang Kajian MBGnomics dan Siap Manfaatkan Peluang Tarif AS
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika
Deva Mahenra Pulang ke Makassar untuk Antar Nenek ke Peristirahatan Terakhir
Sahur On The Road Bisa Diisi Kegiatan Bermakna, Ini 5 Ide Alternatif