Sebagai simbol perubahan, logo baru pun diluncurkan. Desainnya terinspirasi dari huruf "B" yang dibentuk menyerupai sayap kupu-kupu sebuah perlambang transformasi dan pertumbuhan yang jelas. Ada juga elemen garis infinity yang menyiratkan keberlanjutan layanan. Pemilihan warna biru dan hijau tak lepas dari makna; biru untuk kepercayaan dan stabilitas, sementara hijau merepresentasikan semangat berkelanjutan tadi.
Lalu, bagaimana rencana konkritnya menuju 2026? Roadmap yang dipaparkan cukup komprehensif. Bnetfit akan mengembangkan layanan berbasis Automation & AI, Cloud, Security, Data Center, hingga Internet of Things (IoT). Mereka juga menyiapkan konektivitas regional, menjembatani Indonesia-Singapura dan tentu saja kawasan ASEAN.
Di sisi teknis, untuk mendukung semua itu, perusahaan mengimplementasikan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada jaringan fiber optiknya. Teknologi ini disebut bisa meningkatkan kapasitas jaringan secara signifikan tanpa harus membangun infrastruktur baru dari nol. Hasilnya, kapasitas data yang bisa diangkut pun menjadi jauh lebih besar.
Jaringan internasional mereka mengandalkan sistem kabel bawah laut, yaitu SEA Cable Exchange-1 (SeaX-1) dan Super Sistem Batam-Singapura (SSBS) yang menghubungkan Batam, Singapura, dan Malaysia. Sementara untuk jaringan domestik, andalan utama adalah kabel laut BTI-1 sepanjang kurang lebih 4.500 kilometer. Kabel ini membentang dari Batam, Jakarta, hingga Manado, dengan cabang ke Gresik, Makassar, dan Balikpapan.
Tak hanya mengandalkan infrastruktur sendiri, Bnetfit juga menjalin kolaborasi strategis. Kerja sama open access dengan PT Linknet Tbk dan Asianet memungkinkan mereka memaksimalkan jangkauan lebih dari 7 juta homepass di berbagai penjuru Indonesia. Langkah ini jelas untuk memperluas penetrasi pasar.
Galuh Kusumah, General Manager Business Development, menegaskan komitmen ekspansi ini. "Kami akan terus memperluas jaringan ke berbagai kota di seluruh Indonesia," ujarnya.
Misi mereka adalah menghadirkan layanan dan solusi digital yang scalable, aman, dan andal. Semua itu, kata Galuh, pada akhirnya untuk mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan secara nasional. Sebuah langkah besar yang patut ditunggu realisasinya.
Artikel Terkait
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika
Deva Mahenra Pulang ke Makassar untuk Antar Nenek ke Peristirahatan Terakhir
Sahur On The Road Bisa Diisi Kegiatan Bermakna, Ini 5 Ide Alternatif
KPK Geledah Rumah Mantan Pj Sekda Pati untuk Perkuat Kasus Pemerasan Bupati