Di sebuah acara di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis lalu, suasana terasa berbeda. Dr. Tifauzia Tyassuma, atau yang akrab disapa Dokter Tifa, secara resmi meluncurkan sebuah buku yang sudah ramai diperbincangkan: “Otak Politik Jokowi”. Peluncuran ini berlangsung pada 26 Februari 2026, dan langsung menyedot perhatian.
Buku itu, seperti judulnya, mengupas habis konsep politik Presiden Joko Widodo. Tifa tak mau bertele-tele. Ia dengan tegas mempertahankan pilihan judul yang terang-terangan itu.
“Ini buku ‘Otak Politik Jokowi’. Seandainya saya pengecut, mungkin judulnya saya ganti jadi ‘Otak Politik Mulyono’ atau ‘Otak Politik si Jack’,” ujarnya, disambut riuh rendah hadirin.
“Tapi saya tetap pakai nama aslinya. Soalnya, ilmu pengetahuan harus jujur. Tidak ada yang boleh ditutup-tutupi.”
Menurutnya, karya ini adalah hasil penelitian serius yang berfokus pada satu objek: otak Jokowi. Meski mengaku sempat mendapat tekanan bahkan dikriminalisasi, Tifa bersikukuh untuk menerbitkannya. Baginya, ini adalah pelajaran penting yang harus sampai ke tangan publik.
Alasannya memilih format buku pun cukup pragmatis. “Jurnal ilmiah itu prosesnya lama sekali,” tuturnya. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sebelum sebuah temuan penelitian akhirnya bisa diakses orang banyak.
Berbeda dengan buku. Jangkauannya lebih luas, lebih cepat sampai ke pembaca dari berbagai kalangan. Ilmu di dalamnya pun bisa langsung menyebar, tidak terkurung di menara gading akademik.
Artikel Terkait
Garuda Indonesia Fokus Optimalisasi Kinerja Usai Penguatan Fondasi
Imsak Kota dan Kabupaten Bogor Pukul 04.32 WIB Hari Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Koh Erwin sebagai DPO Kasus Narkoba dan Suap ke Mantan Kapolres
IKI Februari 2026 Sentuh Level Tertinggi Kedua, Mayoritas Subsektor Masih Ekspansi