Di sisi lain, kinerja mereka di sektor properti juga tak kalah solid. Melalui skema FLPP, BRI berhasil menyalurkan KPR subsidi senilai Rp16,6 triliun hingga akhir tahun lalu. Dana itu dinikmati oleh lebih dari 18.000 keluarga yang akhirnya punya tempat tinggal.
Dan mereka belum berpuas diri. Untuk tahun 2026, targetnya jauh lebih agresif. FLPP saja diproyeksikan bisa menjangkau 60.000 unit rumah. Ambisius, memang.
Namun begitu, kontribusi BRI tak cuma berhenti di pembiayaan. Mereka aktif terlibat dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tak lupa, sebagai mitra pemerintah, BRI tetap konsisten menyalurkan bantuan sosial non-tunai, termasuk program sembako yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Dengan kombinasi strategi yang solid dukungan kuat untuk UMKM dan program kesejahteraan sosial BRI tampaknya optimis bisa terus jadi tulang punggung ekonomi. Mereka yakin, langkah-langkah ini akan mengakselerasi pertumbuhan Indonesia ke level yang lebih tinggi di masa mendatang.
Artikel Terkait
Kamboja Deportasi 30.000 Tersangka Penipuan Daring, 210.000 Lainnya Hengkang Sukarela
Komite Protes Pasal Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Lemahkan Ekosistem Pers
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa
OJK dan Pemerintah Inggris Bentuk Kelompok Kerja Strategis untuk Pembiayaan Iklim