Namun begitu, tantangan di Papua memang tidak kecil. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, mengakui kondisi geografis yang menantang membuat biaya distribusi membengkak. Itulah mengapa intervensi pemerintah lewat GPM ini dinilai penting.
“Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah,” tegas Aryoko.
Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan sesaat. Ia merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dan perlindungan daya beli, terutama saat menyambut hari-hari besar keagamaan.
Kunci keberhasilannya, lanjut dia, ada pada sinergi. Kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, hingga pelaku usaha dan stakeholder lain mutlak diperlukan. Hanya dengan cara itu stabilitas harga dan ketersediaan pangan di bumi Cendrawasih bisa benar-benar terjaga.
Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, pemerintah optimis. Stabilitas pangan di Papua selama Ramadan nanti bisa dikendalikan. Harapannya, masyarakat bisa beribadah dengan tenang, tanpa harus pusing memikirkan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.
Artikel Terkait
Pemerintah Perpanjang Tenor Dana SAL hingga 2026, BRI Sambut Positif
TikTokers Gowa Didenda Rp1 Miliar Gara-gara Siarkan Langsung BYON Combat Ilegal
John Tobing, Pencipta Lagu Darah Juang, Meninggal Dunia di Yogyakarta
Prabowo dan Raja Abdullah Sepakat Tingkatkan Koordinasi untuk Perdamaian Palestina