Di sisi lain, Ara menekankan soal pentingnya data dalam penyaluran bantuan. Semua, termasuk BSPS, kini harus berbasis data yang akurat. Penerima dipilih berdasarkan persentase kemiskinan dan tingkat kesenjangan di suatu daerah. Tujuannya jelas: agar bantuan itu benar-benar sampai ke yang paling membutuhkan.
"Saat ini pengajuan BSPS mencapai sekitar empat juta, sementara kuota yang tersedia 400 ribu," ungkapnya.
"Karena itu, penyaluran harus berbasis data agar adil dan tepat sasaran," tambah Ara.
Dengan strategi kolaboratif ini, Kementerian PKP berharap komitmen mereka tak sekadar wacana. Penanganan kawasan kumuh diharapkan bisa lebih tuntas, tidak hanya memperindah wajah permukiman, tetapi sekaligus menguatkan denyut nadi ekonomi warganya.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Pelatih Persija: Fokus pada Konsistensi, Bukan Pergerakan Rival
Pelajar di Kutai Kartanegara Tikam Teman Sekelas Diduga Akibat Bullying
Imsak Jakarta Hari Ini Pukul 04.32 WIB, Disusul Subuh 04.42
Malut United Kalah 2-3 dari Persija, Pelatih Apresiasi Semangat Juang Pemain