Perundingan panjang antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad akhirnya buntu. Tak ada kesepakatan yang berhasil dicapai oleh kedua negara yang masih berkonflik itu.
Menurut laporan CNN pada Minggu (12/4/2026), Wakil Presiden AS JD Vance mengakui hal tersebut. Pembicaraan marathon yang digelar ternyata gagal meretas jalan menuju perdamaian permanen.
Vance memberikan pernyataannya dalam sebuah konferensi pers. Suasana di Islamabad terasa berat.
"Kami sudah di sini selama 21 jam. Diskusi-diskusi substantif memang terjadi dengan pihak Iran, dan itu adalah sebuah kemajuan," ujarnya.
Namun begitu, dia dengan cepat menepis optimisme. "Sayangnya, kami belum mencapai titik temu. Menurut saya, ini berita buruk terutama untuk Iran, jauh lebih buruk ketimbang untuk Amerika Serikat. Pada akhirnya, kami pulang dengan tangan kosong."
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, punya sudut pandangnya sendiri. Dia menggambarkan perundingan itu intens, penuh gelombang.
Tapi Baqaei menyelipkan pesan tersirat. Keberhasilan negosiasi ke depan, katanya, sangat bergantung pada keseriusan dan niat baik dari pihak seberang. Sebuah pernyataan yang terdengar seperti sindiran halus.
Jadi, untuk sekarang, jalan buntu ini masih terus berlanjut. Kedua pihak kembali ke markas masing-masing tanpa secarik kesepakatan pun, meninggalkan ketegangan yang masih menggantung di udara.
Artikel Terkait
Prabowo Disambut Kenegaraan di Élysée, Penuhi Undangan Balasan untuk Macron
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Prioritas untuk Daerah Bencana dan 3T
Prabowo Kunjungi Prancis, Gerindra Sebut Diplomasi Ofensif demi Konversi Keunggulan Nikel
Sekjen LMP Sesalkan Keraguan Publik soal Kinerja Satgas PKH: Rp10 Triliun Hasil Denda Hutan Sudah Disetor ke Negara