"Kami merasa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang sedang kita upayakan di Gaza."
Di sisi lain, ada optimisme. Prabowo menilai Indonesia dan Yordania punya visi yang sejalan dengan banyak negara di kawasan. Visi itu sederhana: mendorong stabilitas dan mencari jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.
Nah, untuk mewujudkannya, Prabowo mendorong agar koordinasi ditingkatkan. Bukan sekadar pertukaran informasi, tapi kerja tim yang solid agar respons terhadap setiap perkembangan bisa lebih efektif.
"Karena itu, kami ingin memperkuat dan meningkatkan kerja sama ini," paparnya.
"Saya pikir tim saya akan bekerja sangat dekat dengan tim Anda agar kita selalu berada pada posisi yang memahami situasi secara menyeluruh. Kita mengetahui dengan tepat apa yang akan terjadi."
Pertemuan di Amman ini, pada akhirnya, lebih dari sekadar agenda diplomatik. Ia menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk tak berpangku tangan. Untuk aktif dalam diplomasi kemanusiaan, dan bersinergi dengan mitra-mitra kunci seperti Yordania. Tujuannya satu: mendorong perdamaian dan melindungi warga Palestina yang terus menderita.
Artikel Terkait
Malut United Kalah 2-3 dari Persija, Pelatih Apresiasi Semangat Juang Pemain
Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari, Dikejar Warga hingga Rusak
Kejagung Hentikan Perkara Korupsi Alex Noerdin Usai Mantan Gubernur Meninggal Dunia
Prabowo Prihatinkan Situasi Tepi Barat, Khawatirkan Dampaknya terhadap Upaya Perdamaian Gaza