Pelaku pun terdiam sejenak. "Tidak sebut instansi. Cuma sebut Jenderal," sambungnya, tak bisa memberi kejelasan.
Alfian kemudian menyinggung soal kronologi pemukulan. Menurut pengakuan JM, dia merasa emosi karena bajunya ditarik lebih dulu oleh korban.
Namun begitu, Kapolres menyanggah alasan itu. Dari rekaman kejadian yang beredar, sama sekali tidak terlihat aksi penarikan baju oleh pegawai SPBU. Malah sebaliknya.
"Saya lihat tidak ada penarikan baju ke kamu. malah sebaliknya kamu narik baju," tegas Alfian, menantang JM untuk membuktikan klaimnya.
Di sisi lain, pemeriksaan lebih lanjut membongkar fakta lain yang tak kalah mencengangkan. JM ternyata positif menggunakan narkoba, yaitu sabu dan ganja. Saat ini, pria itu sudah mendekam di tahanan Mapolres Metro Jakarta Timur, menunggu proses hukum berikutnya.
Artikel Terkait
Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari, Dikejar Warga hingga Rusak
Kejagung Hentikan Perkara Korupsi Alex Noerdin Usai Mantan Gubernur Meninggal Dunia
Prabowo Prihatinkan Situasi Tepi Barat, Khawatirkan Dampaknya terhadap Upaya Perdamaian Gaza
Pengemudi Melawan Arus di Gunung Sahari Dihajar Massa Usai Kabur dari Polisi