Polisi Bongkar Jaringan SMS Phishing e-Tilang Palsu yang Dikendalikan dari China

- Rabu, 25 Februari 2026 | 18:15 WIB
Polisi Bongkar Jaringan SMS Phishing e-Tilang Palsu yang Dikendalikan dari China

Namun begitu, mereka semua hanyalah kaki tangan. Polisi menemukan fakta bahwa otak di balik operasi ini berada jauh di China. Perintah datang melalui aplikasi Telegram dari akun dengan nama Lee SK dan Daisy Qiu.

"Para tersangka di sini hanya pelaksana, menerima instruksi langsung dari WNA asal China tersebut," tegas Himawan.

Operasinya sendiri terbilang rapi. Mereka menggunakan alat khusus bernama SIM Box atau modem pool yang dikirim langsung dari Shenzhen, China. Dengan perangkat itu, mereka bisa melancarkan serangan phishing lewat SMS hingga 3.000 pesan per hari. Yang lebih canggih lagi, sistem ini dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak di China memakai aplikasi bernama Terminal Vendor System (TVS).

Untuk upahnya, para tersangka menerima gaji bulanan dalam bentuk kripto atau USDT. Besarannya bervariasi, mulai dari 1.500 USDT (sekitar Rp25 juta) hingga 4.000 USDT (sekitar Rp67 juta), tergantung jumlah perangkat yang dijalankan. Uang digital itu lalu mereka tukar ke rupiah setiap bulan.

Keuntungan yang mereka kumpulkan ternyata tidak sedikit. Dari catatan polisi, tersangka BAP saja disebut telah menerima akumulasi hingga Rp890 juta sejak Februari 2025. Angka yang fantastis untuk sebuah kejahatan yang mengorbankan rasa aman masyarakat.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar