Kabar baik datang dari Kementerian Agama. Menjelang Lebaran 2026, mereka punya target yang jelas: dana BOP untuk RA dan BOS Madrasah Tahap I harus sudah masuk ke rekening penerima sebelum hari raya tiba. Ini bukan sekadar urusan transfer rutin, lho. Menag Nasaruddin Umar menegaskan, langkah ini adalah strategi untuk menjaga stabilitas operasional lembaga pendidikan Islam di momentum yang krusial.
“Target kami jelas, sebelum Idul Fitri dana sudah terealisasi. Lembaga tidak boleh terganggu aktivitasnya,” ujar Menag di Jakarta, Rabu lalu.
Dia juga menyebut bahwa Presiden Prabowo sangat memperhatikan nasib guru dan dunia pendidikan. Pencairan dana ini, kata Nasaruddin, adalah bentuk nyata dukungan pemerintah untuk pendidikan agama yang bermutu.
Nah, nominalnya cukup besar. Untuk tahap pertama ini, anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,5 triliun. Rinciannya, Rp428 miliar dialokasikan untuk BOP RA, sementara Rp4,1 triliun sisanya untuk BOS Madrasah. Dana segitu diperuntukkan bagi sekitar 31 ribu RA dan 52 ribu madrasah swasta yang tersebar di penjuru negeri.
Di sisi lain, ada perubahan pola distribusi yang patut dicermati. Amien Suyitno, Dirjen Pendidikan Islam, membeberkan bahwa mulai tahun 2026 ini, mekanisme penyaluran diubah. Kalau dulu per triwulan, sekarang dipadatkan jadi dua tahap saja per tahun alias berbasis semester.
“Dengan skema baru ini, sinkronisasi data dan ketepatan waktu pengajuan sangat penting agar tidak terjadi hambatan teknis yang berujung keterlambatan pencairan,” kata Amien.
Artikel Terkait
Menkeu: Arya Iwantoro Wajib Kembalikan Dana LPDP Rp3,6 Miliar Plus Bunga
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62% dan Laba Naik 16% di Awal 2026
Kecelakaan Truk Wingbox di Gatot Subroto Sebabkan Macet Parah
LPS Mulai Bayar Klaim Nasabah BPR Prima Master Bank yang Dicabut Izinnya