Lamborghini Batal Luncurkan SUV Listrik Lanzador, Beralih ke Hybrid

- Rabu, 25 Februari 2026 | 00:00 WIB
Lamborghini Batal Luncurkan SUV Listrik Lanzador, Beralih ke Hybrid

Lamborghini akhirnya memutuskan untuk menarik rem darurat. Stephan Winkelmann, sang CEO, dalam sebuah percakapan dengan Sunday Times, secara gamblang mengonfirmasi bahwa Lanzador SUV listrik yang sudah lama digosipkan tidak akan pernah sampai ke tangan konsumen. Rencana peluncuran tahun 2028 pun resmi dibatalkan.

Alasannya sederhana, tapi terasa berat. Menurut Winkelmann, pasar mewah yang jadi target mereka ternyata belum siap. Bahkan, permintaan untuk mobil listrik murni di segmen itu disebutnya "hampir nol".

“Berinvestasi besar-besaran untuk mengembangkan mobil listrik penuh, sementara pasar dan basis pelanggan belum siap, itu ibarat hobi yang sangat mahal,” ujar Winkelmann.

“Secara finansial, langkah seperti itu tidak bertanggung jawab. Baik untuk pemegang saham, pelanggan, maupun karyawan kami beserta keluarga mereka,” tambahnya.

Keputusan ini diambil setelah setahun penuh perusahaan mengamati dinamika pasar dan mendengar umpan balik dari pelanggan serta dealer. Intinya, pasar belum selaras dengan ambisi elektrifikasi mereka. Meski Lamborghini sendiri mengklaim siap secara teknologi, kenyataan di lapangan berbicara lain.

Di sisi lain, ada masalah yang lebih mendasar: emosi. Bagi kalangan penggemar mobil mewah, sensasi menggelegar dari mesin pembakaran internal masih jadi daya tarik utama. Suara knalpot yang garang, getaran yang terasa itu adalah bagian dari pengalaman membeli yang sulit digantikan oleh keheningan mesin listrik. Bagaimana caranya menciptakan ‘jiwa’ itu pada sebuah EV? Tampaknya, Lamborghini belum menemukan jawaban yang memuaskan, atau mungkin meragukan efektivitas jika emosi itu harus diciptakan secara artifisial.

Jadi, apa rencana mereka sekarang? Lanzador akan digantikan oleh kendaraan hybrid plug-in (PHEV). Opsi powertrain ini sudah diterapkan pada Urus, Temerario, dan Revuelto. Bahkan Urus generasi berikutnya yang dijadwalkan tahun 2029, meski sempat dikabarkan akan jadi EV, akhirnya akan tetap mengusung teknologi PHEV.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar