Winkelmann pun bertekad untuk terus memproduksi mesin pembakaran internal selama masih dimungkinkan.
Ini jelas perubahan haluan yang cukup mencolok. Coba ingat tahun 2023 lalu. Saat itu, Lamborghini terlihat begitu yakin dengan masa depan listrik. Mereka bahkan memamerkan prototipe Lanzador di Monterey Car Week, ajang bergengsi untuk mobil-mobil mewah. Sejumlah kecil jurnalis, termasuk dari Yahoo Finance, diberi kesempatan langka untuk mencobanya di jalur 17-Mile Drive, Pebble Beach. Saat itu, semuanya terasa begitu pasti.
Namun begitu, angin berubah. Terutama di segmen mewah. Saat ini, satu-satunya EV mewah yang cukup sukses adalah Rolls-Royce Spectre. Klien Rolls-Royce rupanya lebih menghargai torsi instan dan kenyamanan sunyi yang ditawarkan listrik. Tapi itu adalah selera yang berbeda.
Bagaimana dengan pesaing? Ferrari masih terus melanjutkan strategi EV-nya dengan Luce yang rencananya meluncur bulan ini. Bentley juga masih berpegang pada rencana meluncurkan SUV listrik mereka di tahun 2027, meski ekspektasinya sudah sedikit diredam. Keduanya mengklaim punya cara untuk menciptakan sensasi mengemudi yang emosional pada mobil listrik, entah lewat rekayasa suara atau cara lain.
Lamborghini, untuk saat ini, memilih jalan yang lebih hati-hati. Tapi Winkelmann tidak menutup pintu sama sekali.
“Jangan pernah bilang tidak mungkin. Tapi, semua harus pada waktunya. Untuk masa mendatang, kami fokus pada PHEV. Kami akan terus mengembangkan elektrifikasi karena kami juga harus siap,” katanya.
Kemungkinan besar, mereka akan menunggu dan melihat dulu. Mengamati bagaimana Ferrari Luce dan EV Bentley nanti diterima di pasar yang kompetitif ini. Perubahan arah ini mungkin terkesan sebagai langkah mundur. Tapi dalam bisnis, terkadang mengetahui kapan harus berhenti lebih penting daripada memaksakan diri masuk ke arena yang belum siap.
Artikel Terkait
Mourinho Pernah Kritik Puasa Ramadhan Pemainnya di Inter Milan
Imsak Bogor Seragam Pukul 04.32 WIB, Subuh 04.42 WIB
Indonesia dan AS Sepakati Kerja Sama Semikonduktor Senilai Rp 76 Triliun
Debut Dion Markx di Liga 1, Hodak Uji Fleksibilitas Bek Muda Persib