Krisis air di Indonesia bukan lagi sekadar isu. Menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, ancaman itu kian nyata dan mendesak untuk ditangani. Hal ini dia sampaikan dalam Water Town Hall Meeting di kantornya, Jakarta, Selasa lalu.
Faktanya cukup mencengangkan. Hampir separuh wilayah negeri ini, tepatnya 43,5 persen, mengalami defisit suplai air setiap tahun. Artinya, kebutuhan air jauh melampaui ketersediaan yang ada.
"Ironisnya," ujar AHY memaparkan, "sekitar 140 hingga 150 juta penduduk justru terkonsentrasi di Pulau Jawa. Di sinilah tekanan kebutuhan air paling tinggi, sementara sumber dayanya tidak tersebar merata."
Persoalannya tak cuma soal jumlah. Di sisi lain, kualitas air juga jadi masalah serius. AHY menegaskan, polusi telah mencemari sekitar 70 persen sungai nasional. Yang memenuhi standar baku mutu? Hanya 29,3 persen saja. Sungguh situasi yang memprihatinkan.
Artikel Terkait
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer
Inflasi AS Melonjak ke Level Tertinggi Setahun Akibat Konflik Iran dan Harga BBM
Wamenkominfo: Infrastruktur Telekomunikasi Kunci Utama AI untuk Dongkrak Pertanian
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Diharapkan Reduksi Kemacetan