Maka, akses air bersih pun jadi fokus utama. Saat ini, layanan air perpipaan baru dinikmati oleh 56 juta orang, atau sekitar 20 persen penduduk. Targetnya ambisius: 100 persen sambungan perpipaan pada 2045. Jalan masih panjang.
Kalau dilihat dari kapasitas tampung per kapita, angkanya hanya 71 meter kubik. Padahal, idealnya kita butuh 100 hingga 150 meter kubik. Itu artinya, kapasitas harus ditambah 1,5 hingga 2 kali lipat dari kondisi sekarang.
Menghadapi semua ini, pemerintah berjanji akan bergerak. Rencananya, akan ada penguatan konservasi dan penambahan kapasitas tampung air. Caranya? Melalui pembangunan dan perluasan bendungan, kolam retensi, serta pengembangan sistem untuk mengisi ulang air tanah. Pengendalian eksploitasi air tanah juga akan diperketat.
Krisis air sudah di depan mata. Langkah konkret tak bisa lagi ditunda.
Artikel Terkait
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 18 Maret, Andalkan WFA untuk Sebaran Arus
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Denpasar, Evakuasi Warga dan Wisatawan Berlangsung