Wamenkominfo: Infrastruktur Telekomunikasi Kunci Utama AI untuk Dongkrak Pertanian

- Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB
Wamenkominfo: Infrastruktur Telekomunikasi Kunci Utama AI untuk Dongkrak Pertanian

Kalau bicara soal ketahanan pangan, kita sering terpaku pada pupuk, bibit, atau lahan. Padahal, ada faktor lain yang kini tak kalah krusial: teknologi digital. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, menegaskan bahwa adopsi kecerdasan artifisial (AI) adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan sektor pertanian kita. Tanpa itu, upaya meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan bisa terhambat.

"Adopsi teknologi terbaru, dalam hal ini artificial intelligence, sangat kritikal dan strategis untuk menopang pertumbuhan pertanian di Indonesia serta menjaga keberlanjutannya," ujar Nezar, Minggu (12/4/2026).

Manfaatnya bagi petani bisa sangat nyata. Bayangkan, teknologi ini bisa membantu mendeteksi serangan hama lebih dini, jauh sebelum mata petani biasa mampu melihatnya. Ia juga berpotensi meningkatkan hasil panen dari setiap jengkal lahan, bahkan mengotomatiskan sebagian proses perawatan tanaman yang melelahkan.

Di sisi lain, cakupan AI ternyata lebih luas dari sekadar urusan di ladang. Teknologi ini disebutkan mampu memetakan jalur distribusi hasil bumi yang lebih efisien. Yang tak kalah penting, AI bisa melakukan analisis prediktif. Artinya, kita bisa mengira-ngira ketersediaan pangan di masa depan berdasarkan data yang ada sekarang. Ini alat yang ampuh untuk antisipasi.

Tapi, semua gambaran indah itu punya satu prasyarat mutlak. Nezar dengan tegas menyatakan bahwa implementasi AI tak akan optimal tanpa infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni. Logikanya sederhana: AI hidup dari data, dan data mengalir lewat jaringan.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar