Di sisi lain, Bessent justru memancarkan optimisme untuk masa depan. Dia percaya ekonomi negaranya punya potensi tumbuh setidaknya 3,5 persen pada tahun 2026. Sebuah target yang ambisius, tentu saja.
Kalau kita lihat setahun penuh, catatan 2025 memang tak terlalu gemilang. Ekonomi AS hanya tumbuh 2,2 persen sepanjang tahun itu, sedikit lebih rendah dibanding 2024 yang berada di level 2,4 persen.
Namun begitu, ada angin segar yang mungkin bisa mendongkrak performa. Federal Reserve atau The Fed baru saja memangkas suku bunga tiga kali, masing-masing 25 basis poin. Dampak kebijakan moneter yang lebih longgar ini diperkirakan baru akan benar-benar terasa tahun ini. Jadi, perjalanan menuju target 2026 masih panjang, tapi setidaknya sudah ada sinyal yang mengarah ke sana.
Artikel Terkait
ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2% pada 2026-2027
Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan Damai di Selat Hormuz
BTN dan KAI Garap Hunian Vertikal Terintegrasi Stasiun di Jakarta
BTN Targetkan Kapasitas KPR Meningkat Hingga 400.000 Unit per Tahun