Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal akhir 2025 ternyata jauh melambat. Angkanya hanya 1,4 persen, sebuah penurunan tajam dari capaian 4,4 persen di kuartal sebelumnya. Menurut Menteri Keuangan Scott Bessent, ada satu biang keladi utama di balik perlambatan ini.
“Penutupan terlama dalam sejarah inilah yang menyebabkan penurunan tajam pada kuartal keempat,” tegas Bessent dalam sebuah wawancara televisi, Minggu (22/2/2026).
Dia meyakini, tanpa gangguan dari penutupan pemerintah itu, pertumbuhan ekonomi AS seharusnya bisa 100 hingga 200 basis poin lebih tinggi. Artinya, performa kuartal lalu bisa jauh lebih baik.
Artikel Terkait
Survei BI: Keyakinan Konsumen Masih Optimis Meski IKK Maret 2026 Turun Tipis
SpaceX Catat Kerugian Rp85 Triliun di Tengah Persiapan IPO
Pemprov Kalteng Terapkan Sistem Kerja Fleksibel 4 Hari Kantor, 1 Hari WFH bagi ASN
Prabowo Disambut Kawanan Elang Muda TNI AU dalam Penerbangan ke Magelang