Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal akhir 2025 ternyata jauh melambat. Angkanya hanya 1,4 persen, sebuah penurunan tajam dari capaian 4,4 persen di kuartal sebelumnya. Menurut Menteri Keuangan Scott Bessent, ada satu biang keladi utama di balik perlambatan ini.
“Penutupan terlama dalam sejarah inilah yang menyebabkan penurunan tajam pada kuartal keempat,” tegas Bessent dalam sebuah wawancara televisi, Minggu (22/2/2026).
Dia meyakini, tanpa gangguan dari penutupan pemerintah itu, pertumbuhan ekonomi AS seharusnya bisa 100 hingga 200 basis poin lebih tinggi. Artinya, performa kuartal lalu bisa jauh lebih baik.
Artikel Terkait
ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2% pada 2026-2027
Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan Damai di Selat Hormuz
BTN dan KAI Garap Hunian Vertikal Terintegrasi Stasiun di Jakarta
BTN Targetkan Kapasitas KPR Meningkat Hingga 400.000 Unit per Tahun