Trump Berlakukan Tarif Impor Global 10% Usai Kebijakan Sebelumnya Dibatalkan MA

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:15 WIB
Trump Berlakukan Tarif Impor Global 10% Usai Kebijakan Sebelumnya Dibatalkan MA

Dari sisi penerimaan negara, Menteri Keuangan Scott Bessent meyakinkan bahwa dampak fiskal dari perubahan kebijakan ini akan minimal. Ia menjelaskan bahwa kombinasi tarif global 10 persen ini dengan potensi tarif tambahan melalui pasal perdagangan lainnya diperkirakan akan menjaga tingkat penerimaan tarif tahun 2026 relatif stabil.

“Kita akan kembali ke tingkat tarif yang sama untuk negara-negara tersebut, hanya dengan cara yang sedikit lebih tidak langsung,” jelas Bessent dalam keterangannya.

Masa Transisi dan Investigasi Lanjutan

Periode 150 hari ini, menurut Presiden Trump, akan dimanfaatkan sebagai masa transisi untuk menyelesaikan penyelidikan perdagangan yang sedang berlangsung. Masa ini juga akan membuka ruang bagi penyesuaian tarif yang lebih ditargetkan ke depannya. Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) disebutkan telah membuka investigasi terhadap praktik perdagangan China dan Brasil, dengan potensi perluasan ke mitra dagang besar lainnya seperti Vietnam dan Kanada.

Ketika ditanya tentang kemungkinan kenaikan tarif lebih lanjut, Trump memberikan sinyal yang terbuka. “Berpotensi lebih tinggi. Tergantung. Sesuai yang kita inginkan,” ujarnya.

Langkah ini menandai babak baru dalam kebijakan perdagangan AS yang agresif, di mana pemerintah beralih dari pendekatan darurat ke pasal hukum yang lebih spesifik, meski tetap kontroversial. Periode 150 hari ke depan akan menjadi krusial untuk mengukur dampak riil kebijakan ini dan arah investigasi perdagangan yang akan menyusul.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar