Proyek raksasa ini dibagi menjadi dua segmen konstruksi utama. Segmen pertama, sepanjang 279,8 km dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu, dikerjakan oleh KSO PT Wijaya Karya dan PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp3,6 triliun. Adapun Segmen kedua, sepanjang 262 km dari Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri, ditangani oleh konsorsium yang dipimpin PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor dengan nilai Rp2,8 triliun.
Hingga pekan ke-8 pelaksanaan, laporan lapangan menunjukkan capaian fisik yang menggembirakan. Realisasi pekerjaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk Segmen 1 telah mencapai 12,447%, melampaui target 7,638%. Sementara itu, Segmen 2 juga mencatatkan capaian 12,061%, di atas rencana awal sebesar 10,295%. Proyek ini juga mengedepankan produk dalam negeri, dengan komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk pekerjaan EPC masing-masing ditargetkan di atas 60%.
Dukungan Logistik dan Komitmen Industri Lokal
Percepatan di lapangan didukung oleh kelancaran rantai pasok material. Pengiriman perdana pipa untuk Segmen 1 telah dilakukan via jalur laut menggunakan tongkang sejak 14 Februari 2026, menyusul kemudian pengiriman untuk Segmen 2 melalui jalur darat. Momentum pengiriman perdana dari pabrik KPI ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda bahwa tahap konstruksi fisik telah memasuki fase yang lebih intensif.
Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menyatakan kebanggaan dan kesiapan perusahaannya dalam mendukung suksesnya proyek infrastruktur energi ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang solid untuk menyelesaikan pekerjaan sebesar ini.
“Proyek ini merupakan proyek besar, kalau tidak ada hubungan baik dan kerjasama dengan pihak kontraktor kerjanya akan sulit tapi dengan teamwork yang baik, harusnya ini bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk kita selesaikan dengan lancar. Kami siap men-support dan berpartisipasi, yang jelas kami tidak akan membuang kesempatan kepercayaan telah diberikan kepada kami,” ungkap Rony.
Dengan progres yang positif di tahap awal, proyek Pipa Transmisi Gas Dusem dipantau akan menjadi tulang punggung baru bagi keandalan dan keberlanjutan pasokan energi, khususnya di kawasan Sumatera, dalam beberapa tahun mendatang.
Artikel Terkait
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta
Cara Cek Penerima PKH Tahap 2 dan Besaran Bantuannya