MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menandatangani perjanjian tarif dagang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2026). Penandatanganan ini menjadi puncak dari perundingan intensif selama beberapa bulan terakhir yang disebut telah mencapai kesepakatan solid. Agenda ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kemitraan ekonomi bilateral antara kedua negara.
Kesepakatan Solid Hasil Negosiasi Intensif
Pernyataan optimistis disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan bisnis di Washington DC. Menurutnya, proses negosiasi yang berlangsung intens telah membuahkan hasil yang konkret dan menjanjikan bagi hubungan ekonomi kedua negara.
Dukungan bagi Kemitraan Jangka Panjang
Lebih dari sekadar kesepakatan teknis, perjanjian ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi kerja sama ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan. Prabowo menekankan bahwa fondasi kemitraan telah dibangun melalui sejumlah kesepakatan penting sebelumnya, baik di tingkat pemerintah maupun swasta.
Artikel Terkait
ATR/BPN Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Pengukuran Tanah
Konflik Timur Tengah Paksa Industri Plastik Nasional Hitung Ulang Biaya Produksi
Industri Plastik Waspadai Rantai Pasok Membengkak Imbas Diversifikasi Bahan Baku
Mentan Siapkan Lima Strategi Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino 2026