Pengusaha: Kawasan Industri Hijau Kunci Daya Saing Indonesia di Pasar Global

- Kamis, 19 Februari 2026 | 11:20 WIB
Pengusaha: Kawasan Industri Hijau Kunci Daya Saing Indonesia di Pasar Global

Di sana, SUN Energy mengembangkan PLTS berkapasitas total 1,8 megawatt. Yang menarik, penggunanya beragam sekali: mulai dari industri material bangunan, komponen otomotif, farmasi, sampai laboratorium dan kemasan. Model semacam ini berpotensi jadi proyek percontohan yang bisa direplikasi di tempat lain.

Namun begitu, kerja keras menuju industri hijau tak berhenti di panel surya. Ada elemen lain yang tak kalah penting: elektrifikasi transportasi. Logistik dan operasional harian di dalam kawasan industri juga harus mulai beralih ke kendaraan listrik jika ingin dekarbonisasi betul-betul maksimal.

Pandangan ini diamini oleh Karina, CEO SUN Mobility. Ia menyoroti perlunya solusi ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif.

“Selain mengembangkan sistem energi surya, kami memandang elektrifikasi transportasi logistik dan operasional turut menjadi elemen penting dalam upaya dekarbonisasi kawasan industri," ujar Karina.

“Melalui solusi EV ecosystem yang kami kembangkan, kami melengkapi strategi Energy-as-a-Solution dari SUN. Tujuan kami adalah membantu tenant industri beralih ke operasional yang lebih efisien, lebih bersih, dan selaras dengan target Net Zero," jelasnya.

Jadi, jalan menuju industri hijau memang berlapis. Butuh kombinasi antara energi bersih dari matahari dan transformasi mobilitas di darat. Semuanya saling mengisi. Dan semua itu, pada akhirnya, bermuara pada satu tujuan: menjaga agar industri Indonesia tetap relevan dan kompetitif di panggung global yang semakin ketat persyaratan lingkungannya.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar