Ledakan SMAN 72 Jakarta: Kronologi, Motif Pelaku, dan Barang Bukti Terungkap

- Rabu, 12 November 2025 | 05:00 WIB
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Kronologi, Motif Pelaku, dan Barang Bukti Terungkap
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Kronologi, Motif Pelaku, dan Barang Bukti - Analisis Lengkap

Ledakan SMAN 72 Jakarta: Kronologi, Motif Pelaku, dan Barang Bukti

Kepolisian Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers untuk mengungkap perkembangan terkini kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku yang merupakan siswa sekolah tersebut bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan terorisme. Polisi menyatakan pelaku terinspirasi dari berbagai kasus kekerasan luar negeri setelah aktif di komunitas daring berisi konten ekstrem.

Status Hukum dan Profil Pelaku Ledakan SMAN 72

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menetapkan pelaku ledakan sebagai Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH). Status ini menandakan pelaku resmi menjadi tersangka dalam kasus ini. Polda Metro Jaya telah memeriksa 16 saksi yang terdiri dari guru, siswa, dan keluarga pelaku untuk memastikan kronologi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul, dan memiliki ketertarikan terhadap konten kekerasan di platform daring. Polisi bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memastikan proses hukum tetap memperhatikan hak-hak anak.

Jenis dan Cara Kerja Bom di SMAN 72 Jakarta

Polisi mengungkap pelaku menyiapkan tujuh bom rakitan dengan bahan peledak berkekuatan rendah. Dari jumlah tersebut, empat bom berhasil diledakkan di tiga titik berbeda: masjid, taman baca, dan bank sampah sekolah.

Bom yang digunakan memiliki karakteristik berbeda. Bom di masjid dikendalikan menggunakan remote control, sementara bom di area bank sampah menggunakan sistem sumbu api. Bahan peledak tersebut dibuat dari material sederhana seperti jeriken plastik dan baterai berdaya 6 volt.

Barang Bukti yang Berhasil Diamankan

Tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting dari TKP, termasuk tas berwarna biru, hijau, dan merah yang digunakan pelaku untuk menyimpan bom. Barang bukti lain yang diamankan adalah pistol mainan dengan coretan, komponen listrik, serta serpihan casing bom.

Kronologi Lengkap Ledakan Berdasarkan CCTV

Rekaman CCTV mengungkap detil pergerakan pelaku sebelum ledakan terjadi. Pada pukul 06.28 WIB, pelaku terekam memasuki gerbang sekolah dengan mengenakan seragam lengkap dan membawa tas merah. Pelaku sempat berpapasan dan bertegur sapa dengan seorang guru di koridor kepala sekolah.

Menjelang pukul 11.43 WIB, pelaku terlihat berjalan menuju masjid tanpa alas kaki sambil membawa tas merah. Beberapa menit kemudian, pelaku keluar dari masjid dengan pakaian berbeda dan membawa senjata mainan serta remot yang diduga untuk memicu ledakan. Ledakan pertama terjadi pada pukul 12.02.51 WIB yang ditandai dengan cahaya merah dan asap putih.

Motif dan Latar Belakang Pelaku

Densus 88 Antiteror Polri mengungkap motif pelaku didasari perasaan tertindas, kesepian, dan dendam terhadap perlakuan yang diterimanya. Pelaku mulai aktif mencari konten kekerasan di internet sejak awal tahun dan bergabung dengan komunitas daring yang mengagumi aksi kekerasan.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengidolakan pelaku penembakan di luar negeri seperti Erick Harris, Dylan Klebold (Columbine 1999), Dylann Roof (Charleston 2015), dan Alexandre Bissonnette (Quebec 2017). Polisi menegaskan pelaku tidak menganut ideologi tertentu secara konsisten, melainkan hanya terinspirasi dari berbagai kasus kekerasan.

Kondisi Korban dan Proses Penyidikan

Insiden ledakan ini mengakibatkan 96 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Seorang korban bernama LH (16), siswa kelas X, mengalami luka bakar parah dan gangguan pendengaran sehingga memerlukan perawatan intensif di ICU RSI Cempaka Putih.

Pemerintah DKI Jakarta menjamin seluruh biaya pengobatan korban hingga pulih sepenuhnya. Sementara itu, penyidik masih menunggu kondisi pelaku membaik untuk dapat dimintai keterangan mengenai asal bahan peledak yang digunakan. Pelaku sendiri mengalami luka akibat ledakan kedua yang dibuatnya dan masih menjalani serangkaian operasi medis.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar