TEL AVIV Israel bersiap. Sumber-sumber keamanan mengindikasikan, jika Amerika Serikat memberi lampu hijau, serangan baru terhadap Iran akan segera dilancarkan. Kali ini, sasarannya adalah program rudal balistik mereka.
Ini bukan pertama kalinya. Konflik 12 hari di Juni 2025 lalu masih membekas, di mana Israel menargetkan ilmuwan nuklir hingga berbagai fasilitas militer dan sipil Iran. Situasi kini memanas lagi.
Menurut laporan harian Haaretz, penilaian lembaga keamanan Israel dalam 24 jam terakhir menunjukkan satu hal: kemungkinan serangan AS ke Iran meningkat. Pemicunya? Putaran kedua negosiasi nuklir di Jenewa, Swiss, Selasa lalu, yang disebut-sebut mentok.
“Berdasarkan penilaian oleh lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir pembicaraan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak bisa dijembatani oleh AS,” begitu bunyi laporan Haaretz, Kamis (19/2/2026).
“Khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayah sendiri.”
Nada dari Teheran memang berbeda. Pejabat mereka mengklaim ada kemajuan signifikan menuju kesepakatan. Tapi laporan itu, dan sejumlah analis, meragukannya.
Artikel Terkait
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini
Pemerintah Bentuk Satgas dan Skema Pembelian untuk Berantas Pengeboran Minyak Ilegal
Kemenhub Siapkan Insentif dan Disinsentif untuk Kejar Target Zero Truk ODOL 2027