Jalan buntu di meja perundingan, kata Haaretz, membuat Israel memperkirakan Presiden Donald Trump akan memilih opsi militer. Dan waktu pelaksanaannya bisa lebih cepat dari yang diduga sebelumnya.
Lalu, apa peran Israel? Mereka tak akan hanya menonton.
“Kemungkinan tentara Israel mengambil peran aktif dalam memerangi Iran tidak dikesampingkan jika terjadi serangan AS,” ungkap surat kabar tersebut.
Di sisi lain, kerja sama kedua sekutu ini makin erat belakangan ini. Koordinasi di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, hingga pertahanan udara disebut semakin intens. Seolah mempersiapkan sesuatu yang besar.
Isyarat lain datang dari langit. Pengamat lalu lintas udara di media sosial melaporkan, dalam 48 jam terakhir, AS mendatangkan sejumlah besar jet tempur, pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara, dan pesawat AWACS ke pangkalan-pangkalan mereka di Eropa dan Timur Tengah. Pergerakan yang tidak biasa, dan tentu saja, menarik perhatian banyak pihak.
Semua menunggu. Apakah lampu hijau itu benar-benar akan diberikan, atau ketegangan ini akan mereda lagi. Jawabannya, mungkin, tak lama lagi.
Artikel Terkait
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini
Pemerintah Bentuk Satgas dan Skema Pembelian untuk Berantas Pengeboran Minyak Ilegal
Kemenhub Siapkan Insentif dan Disinsentif untuk Kejar Target Zero Truk ODOL 2027