Prabowo Curi Waktu di Davos, Minta Saran Zidane untuk Sepak Bola Indonesia

- Minggu, 25 Januari 2026 | 19:40 WIB
Prabowo Curi Waktu di Davos, Minta Saran Zidane untuk Sepak Bola Indonesia

Di sela-sela kesibukannya di World Economic Forum di Davos, Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk sebuah pertemuan yang cukup spesial. Ia berbincang santai dengan legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane. Obrolan mereka, yang berlangsung sekitar tiga perempat jam, banyak menyentuh soal masa depan sepak bola Indonesia.

Kabarnya, Prabowo punya keinginan kuat untuk mendongkrak level sepak bola nasional. Ia tak segan meminta saran langsung dari sang maestro.

"Presiden Prabowo juga meminta masukan dan saran sang maestro Zidane terhadap perkembangan sepak bola nasional," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang mengonfirmasi pertemuan ini lewat Instagram Setkab, Minggu lalu.

Tak cuma soal timnas, ada rencana yang lebih mendasar. Prabowo mengungkapkan visinya agar setiap sekolah baru nantinya wajib punya lapangan sepak bola. Lapangan itu, rencananya, tak hanya untuk siswa tapi juga bisa dipakai anak-anak di sekitarnya untuk berlatih.

Momen hangat itu sendiri sudah sempat diunggah di akun Instagram resmi Prabowo sejak Jumat. Dalam foto tersebut, terlihat Prabowo ditemani putranya, Didit Hediprasetyo, sementara Zidane datang bersama anaknya, Theo. Latar belakangnya klasik, suasana pertemuan elite di Davos.

"Hari ini di sela World Economic Forum saya bertemu dan berdiskusi dengan legenda sepakbola dunia Zinédine Zidane yang juga bersama putranya Theo Zidane," tulis keterangan di akun itu.

Pertemuan ini mungkin hanya secuil dari agenda presiden, tapi cukup menarik perhatian. Di tengah pembicaraan serius soal ekonomi global, ada ruang untuk obrolan tentang sepak bola dan mimpi membangun infrastruktur olahraga dari akar rumput. Sebuah sentuhan personal di antara diplomasi tingkat tinggi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar