Hingga 21 Februari 2026, Pulau Jawa masih perlu bersiap. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat, yang bisa datang disertai petir dan angin kencang. Situasi ini tentu saja bukan main-main.
“Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” begitu bunyi keterangan tertulis BMKG yang diterima Rabu lalu.
Dampaknya sudah terasa di sejumlah daerah. Hujan deras yang mengguyur, ditambah kilat dan angin kencang, telah memicu banjir dan longsor di tebing-tebing yang sudah jenuh air. Tak hanya itu, infrastruktur rusak, transportasi kacau, dan pasokan listrik pun terganggu. Keadaan memang sedang tidak mudah.
Menyikapi prakiraan ini, Abdul Muhari, atau yang akrab disapa Aam, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, optimalisasi posko siaga, pemantauan debit sungai dan waduk, serta pengawasan ketat di lereng-lereng rawan longsor adalah langkah yang mendesak.
“Penyebarluasan informasi peringatan dini, simulasi evakuasi, serta kesiapan personel dan peralatan menjadi langkah krusial dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material,” tegas Aam.
Di sisi lain, BNPB juga mengajak masyarakat untuk proaktif. Ikuti informasi resmi, bersihkan saluran air, pangkas dahan pohon yang membahayakan, dan siapkan rencana evakuasi untuk keluarga. Kewaspadaan kolektif, kata mereka, adalah kunci untuk meminimalkan dampak buruk.
Artikel Terkait
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta
Cara Cek Penerima PKH Tahap 2 dan Besaran Bantuannya