Dari sisi mitra, optimisme juga mengalir. Abduljabbar Alsayegh, Presiden New Energy Metals, menyebut kolaborasi ini bisa memperkuat sekaligus mendiversifikasi pasokan rare earth dunia. Visi Indonesia, dalam pandangannya, punya peran krusial untuk masa depan.
Lalu, bagaimana eksekusinya? Rencananya, akan dibentuk joint working group yang fokus pada percepatan proyek. Mulai dari uji tuntas, analisis komersial, sampai penjajakan investasi. Target akhirnya jelas: menciptakan rantai pasok yang utuh, dari bahan mentah di perut bumi hingga menjadi magnet siap pakai. Jika berjalan mulus, posisi Indonesia di peta global bakal semakin solid.
Memang, jalan masih panjang. Tapi langkah awal ini setidaknya memberi gambaran: Indonesia tak mau hanya jadi penonton dalam perlombaan teknologi dan energi bersih. Ada upaya nyata untuk naik kelas.
Artikel Terkait
Tips Hindari Kekacauan Saat Libur Panjang Akhir Pekan
Harga Cabai Anjlom, Bawang Merah dan Ayam Naik Tipis Menurut BI
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Justin Hubner Terancam Izin Kerja di Belanda Meski Berstatus Homegrown di Inggris