Sorong, Papua Barat Daya – Matahari sudah lama terbenam di ufuk barat. Namun di lokasi pemantauan, tak satu pun mata yang berhasil menangkap jejak hilal. Langit sore itu kosong. Posisi bulan sabit penanda awal Ramadan 1447 Hijriah dipastikan tidak tampak saat pengamatan di Sorong, Selasa (17/2/2026) sore.
Pemantauan ini sendiri digelar secara bersama oleh sejumlah pihak. Ada perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Tim Falakiyah BMKG, dan juga Pengadilan Agama. Mereka semua sepakat: hilal tak terlihat.
Data dari BMKG Kota Sorong memberi penjelasan teknis. Tinggi hilal tercatat minus 2,1 derajat, sementara elongasi atau jarak sudutnya dari matahari hanya 1,63 derajat. Angka-angka di bawah nol itu membuat bulan mustahil dilihat. Pemantauan pun berlanjut sampai pukul 18.32 WIT, tetap saja nihil.
“Hasil pemantauan hilal pada sore hari ini akan segera kami laporkan ke Kementerian Agama,” ujar Kepala Kemenag Kota Sorong, Muhadar Wailegi.
Laporannya nanti akan menjadi bahan penting untuk Sidang Isbat yang menentukan kapan Ramadan dimulai.
Artikel Terkait
Long Weekend Paskah, 73 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
Manchester City Hancurkan Liverpool 4-0, Haaland Cetak Hattrick ke Semifinal Piala FA
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Tiga Lainnya Terluka
FAO Catat Kenaikan Harga Pangan Global Kedua Kalinya Berturut-turut