Harga pangan dunia kembali merangkak naik. Laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menunjukkan, indeks harga pangan global naik 2,4 persen pada Maret 2026 dibanding bulan sebelumnya. Ini sudah jadi kenaikan kedua berturut-turut. Dibanding setahun lalu, angkanya juga naik, meski lebih kecil, sekitar 1 persen.
Pemicunya? Tak jauh-jauh dari situasi geopolitik yang memanas. Konflik di Timur Tengah yang terus bereskalasi mendorong biaya energi melambung tinggi. Dan efeknya langsung terasa di meja makan kita semua.
Hampir Semua Komoditas Ikut Naik
Yang bikin khawatir, kenaikan ini hampir merata. Dari sereal, daging, susu, sampai minyak nabati dan gula, semuanya ikut terdongkrak. Di antara semuanya, minyak nabati jadi yang paling tajam loncatnya naik 5,1 persen dari Februari, dan melonjak 13,2 persen dibanding Maret tahun lalu.
Lonjakan harga minyak mentah global disebut-sebut jadi biang kerok utama. Imbasnya, harga minyak sawit pun ikut terderek naik.
“Harga minyak sawit internasional sekarang ada di level tertinggi sejak pertengahan 2022, bahkan lebih mahal dari minyak kedelai. Ini jelas efek domino dari harga minyak mentah yang melesat tajam,”
begitu penjelasan FAO dalam rilisnya.
Artikel Terkait
Manchester City Hancurkan Liverpool 4-0, Haaland Cetak Hattrick ke Semifinal Piala FA
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Tiga Lainnya Terluka
Industri Otomotif Usulkan Ganti Pajak Bensin dengan Tarif Berbasis Berat Kendaraan
Libur Panjang Paskah, 352 Ribu Kendaraan Padati Gerbang Tol Keluar Jabotabek