MURIANETWORK.COM - Iran mengintensifkan pengawasan militer di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak global, menyusul peningkatan ketegangan dengan Amerika Serikat. Pernyataan resmi ini disampaikan oleh petinggi militer Iran setelah mereka menggelar latihan gabungan di wilayah tersebut, yang diikuti oleh pemantauan 24 jam terhadap aktivitas kapal asing, termasuk armada AS yang telah diperkuat di kawasan Teluk Persia.
Dominasi Intelijen di Jalur Strategis
Kepala Staf Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Laksamana Muda Alireza Tangsiri, menegaskan pihaknya mempertahankan kendali penuh atas situasi di selat sempit itu. Pengawasan yang digambarkan sangat komprehensif itu dilakukan di segala dimensi mulai dari permukaan laut, ruang udara, hingga kedalaman lautan.
Klaim ini disampaikan hanya beberapa jam usai Iran melaksanakan latihan militer di perairan yang menjadi urat nadi lalu lintas minyak dunia tersebut.
Misi dan Skala Latihan
Menurut Tangsiri, latihan yang digelar merupakan simulasi gabungan yang bersifat langsung dan terarah. Misi intelijen yang dijalankan bertujuan memastikan keamanan jalur pelayaran bagi puluhan kapal tanker dan kontainer yang melintas setiap harinya.
“Lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer melewatinya setiap hari,” jelasnya mengenai padatnya arus lalu lintas di selat tersebut.
Dia menambahkan bahwa latihan mencakup wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz, dengan menyebut pulau-pulau di kawasan itu sebagai benteng pertahanan. Tanggung jawab atas keamanan pulau-pulau dan seluruh perairan tersebut, tegasnya, berada di pundak Angkatan Laut IRGC.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
MA Rilis 24 Kaidah Hukum Baru Pedoman Pengadilan Se-Indonesia
Gempa M7,3 di Manado-Bitung, Operasional PLTP Lahendong Tetap Stabil
Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Wilayahnya