Prajogo Pangestu Akuisisi SPBU Esso ExxonMobil di Singapura, Ini Profil Orang Terkaya Indonesia
Prajogo Pangestu, orang terkaya di Indonesia, dikabarkan telah sepakat membeli jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Akuisisi strategis ini dilakukan melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk, yang memperluas jangkauan bisnisnya di negara-kota tersebut.
Rincian Akuisisi SPBU Esso oleh Chandra Asri
Transaksi akuisisi 60 SPBU Esso di Singapura ini dilakukan melalui anak perusahaan Chandra Asri di bidang kendaraan khusus. Proses akuisisi diperkirakan akan tuntas akhir tahun 2024, menunggu persetujuan regulator setempat. Langkah ini menyusul kesuksesan Chandra Asri bersama Glencore dalam mengakuisisi aset kilang dan petrokimia Shell di Singapura senilai US$1 miliar pada April lalu.
Profil dan Perjalanan Karier Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu, terlahir dengan nama Phang Djoem Phen pada 13 Mei 1944, memulai karier dari nol. Dengan latar belakang pendidikan hanya sampai SMP karena keterbatasan ekonomi, Prajogo pernah bekerja sebagai sopir angkutan umum jurusan Singkawang-Pontianak.
Perjumpaannya dengan Bong Sung On (Burhan Uray), pengusaha kayu Malaysia, menjadi titik balik yang mengantarkannya ke industri perkayuan. Bergabung dengan PT Djajanti Grup pada 1969, kariernya melesat cepat hingga diangkat sebagai General Manager Pabrik Plywood Nusantara di Gresik hanya dalam tujuh tahun.
Pendirian Barito Pacific dan Ekspansi Bisnis
Setelah resign sebagai GM, Prajogo memulai usaha sendiri dengan membeli CV Pacific Lumber Coy yang bermasalah keuangan pada 1970. Perusahaan ini berkembang menjadi Barito Pacific Timber, kemudian Barito Pacific, yang kini menjadi konglomerasi energi dan petrokimia terkemuka.
Ekspansi bisnis dilanjutkan dengan pendirian PT Chandra Asri Petrochemical Center dan akuisisi berbagai perusahaan energi, termasuk Star Energy pada 2022. Kekayaan Prajogo Pangestu saat ini mencapai US$40,6 miliar atau setara Rp674,16 triliun, menempatkannya sebagai orang terkaya ke-46 di dunia menurut Forbes.
Artikel Terkait
DPUM Targetkan Pendapatan Rp1,6 Triliun pada 2026, Andalkan Ekspansi Ekspor dan Pemulihan Pabrik
PANI Kantongi Rp498 Miliar dari Private Placement Tahap Keempat
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Namun Risiko Penurunan Bobot Indeks Masih Bayangi
Saham Emas Domestik Tertekan, Harga Emas Global Jatuh di Bawah USD4.000