Menhub Dorong Kerja Fleksibel untuk Antisipasi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

- Selasa, 17 Februari 2026 | 13:35 WIB
Menhub Dorong Kerja Fleksibel untuk Antisipasi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Antisipasi Periode Perjalanan yang Lebih Panjang

Mempertimbangkan durasi libur yang panjang dan kebijakan FWA, pemerintah memperkirakan periode mudik tahun 2026 akan berlangsung lebih lama, mencapai sekitar dua minggu. Dalam skenario ini, total volume pergerakan masyarakat berpotensi menyamai realisasi tahun 2025 yang mencapai 154 juta orang.

"Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu," jelas Dudy. "Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin."

Imbauan untuk Kolaborasi Bersama

Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah mengimbau para calon pemudik untuk merencanakan perjalanan dengan matang dan memanfaatkan kebijakan kerja fleksibel secara bijak. Memilih berangkat atau kembali di luar tanggal-tanggal puncak merupakan kontribusi nyata untuk meringankan beban sistem transportasi nasional.

Dudy menegaskan bahwa kedisiplinan kolektif merupakan kunci utama. "Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata," tuturnya. "Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman."

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar