Di sisi lain, geliat ekonomi ini jelas terasa hingga ke akar rumput. Sektor pertanian dan pangan, misalnya. Petani hidroponik disebut mengalami lonjakan omzet hingga dua kali lipat. Bahkan, usaha kecil yang sempat terpuruk ikut bangkit.
Tak ketinggalan, sektor peternakan susu juga bergerak. Peningkatan permintaan yang signifikan memicu ekspansi. Peternak di Boyolali dan Bandung mulai memproduksi susu pasteurisasi dan membangun cold storage sendiri.
Jadi, program yang awalnya bertujuan mulia untuk mengatasi stunting ini, dalam perjalanannya justru memicu siklus ekonomi yang lebih luas. Dari pabrik motor hingga ke ladang petani, semuanya ikut merasakan denyutnya. Sebuah dampak berantai yang mungkin tak sepenuhnya terprediksi di awal.
Artikel Terkait
Rosan Roeslani: Efisiensi Energi BUMN Tak Ganggu Layanan, Justru Pacu Investasi EBT
LPS Mulai Verifikasi Nasabah BPR Pembangunan Nagari Usai Pencabutan Izin OJK
KPK Perpanjang Penahanan Mantan Menag Yaqut 40 Hari
Gus Ipul: 625 Ribu Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Kembali Diaktifkan