Sebenarnya, wacana WFA ini bukan ide baru dari Pemprov DKI. Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sudah lebih dulu mengungkap rencana serupa untuk mendukung Angkutan Lebaran tahun depan. Rencananya, penerapannya bakal dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama menyambut Hari Raya Nyepi sekaligus awal arus mudik, yaitu tanggal 16 dan 17 Maret. Sementara tahap kedua untuk periode arus balik, yaitu pada 25 sampai 27 Maret.
"Jadi kalau boleh di-spill work anywhere-nya tanggal 16-17, tanggal 25, 26, 27," jelas Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Menurut Airlangga, langkah ini diambil demi mengurai kepadatan. Dengan WFA, diharapkan masyarakat punya lebih banyak pilihan waktu untuk mudik. Alhasil, pergerakan orang tidak membludak di hari-hari yang sama. Harapannya sih, arus mudik dan balik jadi lebih lancar dan terdistribusi.
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Ubah Batas Harga Tiket Pesawat Meski Tekanan Biaya Operasional Meningkat
Komnas HAM Kaji Berbagai Opsi Penanganan Kasus Penyiranan Aktivis KontraS
Prabowo Undang Pengusaha Jepang Tingkatkan Investasi di Indonesia
Prabowo Buka Pintu Investasi Lebar-Lebar untuk Jepang di Tokyo